untukmu kala rindu
Wednesday, July 12th, 2006Saat sepi dan gulana melanda hanya dirimu yang terbayang
Saat kumerindu hanya dirimu yang kudamba
Saat kutertidur dirimu hadir
Saat kuterjaga kau tak lagi nyata
Ibu…
Ingin ku terbang kembali dalam pelukanmu
Ingin merasakan kembali hangatnya dekapan dan ciumanmu
Ingin ku selalu berada didekatmu
Ibu…
Entah apa yang kurasakan kini, hanya … kumerasa amat sangat merindumu
Suaramu diujung telepon tak mampu meredam rinduku padamu
Kuingin lebih dari hanya percakapan kecil yang terjadi pagi tadi
Kuingin kembali merasakan nyamannya dekat dengan dirimu
Ibu…
Andai ku tak malu, kuingin menangis dalam KBU … mendengar suaramu yang menanyakan kabarku dan melantunkan do’a untukku
Andai kubawa lebih banyak uang, tak ingin kuhentikan percakapan singkat kita … kuingin bisa mendengar cerita lebih banyak darimu, Ibu
Ibu…
Terimalah salam rindu dari seseorang yang merindumu
Seseorang yang kaubuat kembali merasakan hangatnya sebuah dekapan
Seseorang yang telah kauberi pelajaran tentang hangatnya keluarga
Seseorang yang hanya merasakan hangat di teriknya kota yang dibakar panas
Seseorang yang hampir dua tahun kaurasuki kehidupannya
Ibu…
Salahkah inginku yang mendamba untuk bertemu denganmu?
Ibu…
asty sayang Ibu …
Terimakasih atas segala cinta dan do’a yang senantiasa Ibu kirim untuk menghiasi indahnya hari
Ibu…
Kuinginkan kau dapat menjadi ibuku selamanya
Ibu… kuingin dalam pelukmu
asty rindu Ibu
untuk : Ibu di Surabaya yang terpisah jarak dariku