Archive for September, 2006

terima kasih, tapi maaf

Sunday, September 10th, 2006

kuberjalan gontai memasuki kamarku, ruang pribadiku … sendi tak lagi berpelumas, hanya berat yang terasa … otot tak lagi kuasa menggerakkan tulang … penat, letih, lelah melanda … tak ada lagi rasa badani … kuhanya ingin beristirahat … memejamkan mata … menidurkan kerja syarafku … mendinginkan panas tubuhku … mematikan aktifitas lahiri

kuberjalan …. menyeret tasku, tak dapat lagi kusampirkan tas pada pundakku … perlahan, tangan merogoh kunci dalam saku … memasukkannya ke lubang pintu … memutar … klik … tangan meraih kenop dan mendorongnya ke bawah … tenaga yang lain mendorong sang pintu … kamarku terbuka

gelap kutemui … tangan meraba dinding mencari saklar lampu … kutemukan … klik … lampu menyala … terang … ku terjatuh lemas

ini bukan kamarku … kuasing dengan ruangan ini … ini bukan kamarku …

tak ada buku berserakan dikarpet karet … tak ada kain poleng sebagai alas tidur … tak ada selimut merah bergulung diatas ranjang … tak ada tumpukan boneka teman tidurku … tumpukan baju telah berpindah tempat … "Red Leaves" terbang keatas lemari … "Ocean Sea" entah melangkah kemana

ku terasing … terakhir kali kutinggal tak begini keadannya … sekarang semuanya serba teratur … tertata rapi … kamarku bukan lagi milikku …

kusadar ada yg begitu perhatian padaku, pada keadaan kamarku yang memang sudah tak berbentuk … tapi aku merasa nyaman didalamnya … tempatku untuk bersembunyi kala butuh sendiri … sekarang kumerasa asing…

terimakasih kepada seseorang yang telah membuat kamarku tertata rapi … namun maaf, karenanya dirimu aku tak dapat menemukan buku catatanku … aku berjalan dengan tangan kosong menuju kampusku … dan kukembali berjalan gontai karenanya…

capek…..

Tuesday, September 5th, 2006

ry……

asty capek ry….
asty pengen terjun aja….

asty capek mikirin jalan yg sekarang asty tempuh….
beban.. berat…..
kenapa semuanya harus jadi makin susah saat udah menjelang final…??

asty tau goal itu gak jauh lagi..
tp apa sekarang asty punya cukup energi buat bikin itu jadi goal..??
asty gak yakin…

ya Rabb…. berikanlah kekuatan yang lebih pada hamba-Mu ini … hamba tak mampu lagi ‘tuk berdiri … hamba tak mampu lagi ‘tuk melangkah maju … akankan perlahan terseret mundur …

ku tak ingin lagi mundur … kuingin terus maju … goal itu sudah didepan mataku … tp mengapa tulang dan otot enggan berkoordinasi?? … ototku lemas …

sekarang ku hanya terduduk dan berdiam di pojokan sepi … ku hanya bisa menangisi keadaan ini … tak mampu lagi ku untuk melawan … ku sendirian, tiada kawan … ku telah ditinggalkan….

asty menangis sendirian … tiada tempat ‘tuk bersandar … ku butuh pegangan …